SS: YunSeo’s Sekuel- Finnaly

Title: Finnaly ( SEKUEL: YunSeo’s rabbit ears)

Author: Ruri Matsui

Cast: YunSeo (Yukako Iisawa) , KEI , Kazuo Iisawa (snowmate)

Other cast: Others member cheoshi and Snowmate

It’s my first time I make FF with member snowmate as a cast.

Enjoy read

Februari, 2010 in Seoul

DREEEDD DRREEEDDTT

“ Yun Seo!! Handphone-mu!! Cepat angkat!! Dasar malas!!” seru EunCha melirik Yun Seo yang masih berbaring lemah-lebih tepatnya malas- dari cermin. EunCha sendiri sedang sibuk menyisir rambut panjang nan halusnya dengan sisir hari Minggu-warna putih metallic-.

DDRREEETTTT

Handphone Yun Seo masih saja bergetar dengan riangnya. Si pemilik handphone ternyata dengan sengaja membiarkannya begitu saja. Ia justru lebih terganggu dengan ocehan EunCha berusan.

“ YUN SEO!!!” teriak EunCha nyaring, lalu berjalan menuju kasur Yun Seo, dan menggoncang-goncangkan badannya.

“ Baik! Baik!! Aku bangun..” ujar Yun Seo lalu bangkit untuk duduk dengan mata masih terpejam.

“ Angkat handphonemu! Membuatku tidak konsentrasi..” celoteh EunCha kembali ke meja riasnya.

“ Konsentrasi? Konsentrasi menyisir rambut? Dasar gila..” balas Yun Seo dengan tatapan acuh lalu mencari handphonenya di kasur. EunCha tidak memperdulikannya, kembali melakukan aktivitasnya yang sempat terganggu tadi.

“ EunCha, kuberitahu, jika rambutmu terus kau sisir berkali-kali, akan merusak permukaan kulit kepala dan menyebabkan kerontokan rambut. Lama-lama akan menyebabkan kebotakan dini..” celoteh Yun Seo panjang lebar terus mencari handphonenya yang terus bergetar.

“ Sebelum menceramahi orang, sebaiknya angkat dulu handphonemu. Membiarkan getaran handphone terlalu lama menyebabkan radiasi. Bisa memicu kanker otak dan menyebabkan pegal otot..” balas EunCha tak mau kalah.

“ Ini dia..” Yun Seo menemukan handphonenya di dalam selimut bagian pojok hendak jatuh ke kolong tempat tidur. Ia melihat layarnya. Wajahnya langsung mendadak lesu. Tertera nama “ Iblis Oppa” di layar handphonenya.

“ Siapa?” tanya EunCha penasaran.

“ Dokter kanker..” jawab Yun Seo asal lalu menjawab telponnya. EunCha tersenyum sinis mendengar  jawaban Yun Seo barusan.

“ Yeoboseyo?”

“ YunSeo-yah! Lama sekali mengangkat telponku!!” teriak seseorang dari seberang engan keras. Yun Seo harus menjauhkan telinganya sebelum ia menderita tuli fase awal.

“ Mianhae.. aku masih tidur. Wae Oppa?”

“ Ada proyek untukmu!”

“ Hah? Oppa bukankah oppa bilang sendiri kalau bulan ini kami harus istirahat? Proyek apa?” ujar Yun Seo sambil mengeluh dalam hati. Ia masih terlalu capek untuk bekerja lagi.

“ Mengisi soundtrack dorama..”

“ OST?”

“ di Jepang..”

“ Jepang!!” Yun Seo terlihat sedikit bersemangat. Kalau hanya mengisi soundtrack sih, tidak akan memakan waktu terlalu lama, dan kalau di Jepang, Ia bisa sekaligus liburan. Asyikk!!

“ .. bersama Kazuo Iisawa. Ingat tidak?” sambung orang yang dipanggil Yun Seo Oppa ini.

“ Kazuo-kun!! Kapan?” tanya Yun Seo makin antusias.

“ Besok, jika setuju besok pagi kita pergi ke Jepang.. jika tidak, si pencipta lagu akan mencari penyanyi pengganti..” jelasnya.

“  Okee Oppa! Aku mau!! Siapa pencipta lagunya?” tanya YunSeo menyetujiu proyek tersebut.

“ KEI.. kau pasi tidak mengenalnya..”

“ Hm.. memang. Sudahlah, tidak apa-apa.. tidak masalah buatku. Apakah member snowmate yang lain ikut?” YunSeo mulai sadar 100 persen dan terlihat antusias.

“ Tidak, hanya Kazuo saja..”

“ Oohh.. baiklah.”

“ Aku akan kesana nanti, dengarkan penjelasanku baik-baik!” tegasnya.

“ Siip Manager Oppa..”

****

Esoknya,

Februari 2010, Tokyo-Japan

Pesawat YunSeo akhirnya mendarat di bandara Narrita. Setelah mengambil barang masing-masing, YunSeo dan managernya-yang dia sebut iblis- naik mobil menuju hotel yang sudah mereka pesan.

“ YunSeo-yah, setelah sampai di kamarmu, cepat kembali kesini, kita akan bertemu dengan para krunya..” jelas manager saat YunSeo menerima kunci kamar holetnya.

“ Apakah Kazuo juga datang? Dimana tempatnya?” tanya YunSeo ingin tahu.

“ Sudah, jangan banyak tanya, ikut saja nanti..dasar..” balas Manager galak. Managernya memang tidak suka ditanya macam-macam, apalagi oleh seorang YunSeo. Yeon saja sudah cukup membuatnya pusing.

Setelah berganti baju, YunSeo kembali ke mobil seperti perintah Managernya. Mereka segera meluncur ke sebuah tempat rekaman besar. Di parkirannya hanya terlihat 2 mobil besar. Satunya berwarna hitam polos, entah milik siapa itu. Dan satunya ada poster snowmate di belakangnya. Tak salah lagi, Kazuo sudah datang.

“ Ayo masuk..”

“ Ok..ok.. Kazuo pasti sudah datang. Lama sekali tidak bertemu dengannya.. Oppa tau sudah berapa lama aku tidak bertemu Kazuo?” YunSeo terus berceloteh sedangkan Managernya hanya berguman meng-iyakan pertanyaan YunSeo.

“ Sejak aku debut CheoShi..” jawabnya pada pertanyannya semdiri.

“ Sepertinya kau senang sekali YunSeo-yah..”

“ Tentu saja!! Untung saja mereka memilihku untuk mengisi soundtracknya..” Yuneo bersyukur dalam hati.

“ Kalau saja, kau tidak mengangkat telponmu itu, aku sudah menawarkannya pada Yeon-shii..” canda Manager sama sekali tidak tertawa. “ Tidak lucu” ujar YunSeo pelan sambil mengehal napas panjang.

Mereka sampai ke depan pintu besar bertuliskan “ Staff only”. Manager mengajak Yun Seo masuk ke dalam. Setelah pintu terbuka, ia melihat Kazuo sedang berbicara serius dengan seseorang.

Orang itu memakan kacamata dengan frame putih. Kemejanya berwarna abu-abu tua dan dimasukan dengan rapi ke celananya yang berwarna hitan. Sepertinya dialah si penulis lagu yang akan dinyanyikan YunSeo.

Sementara YunSeo sibuk melihat orang itu, Kazuo tanpa sadar melihatnya lalu mendekatinya.

“ Yukako!!” ujarnya riang berjalan pelan kea rah YunSeo setelah meminta ijin pada orang itu.

“ Kazuo-kun! Lama tidak bertemu!! Aku sering melihatmu di televise, tapi sama sekali belum melihat langsung orangnya.. cih..” celoteh YunSeo panjang lebar, lalu tersenyum manis karena senang bisa bertemu Kazuo disini.

Tanpa sadar, orang tadi mengamati YunSeo dari kejauhan. Ia tesenyum lalu senyumnya itu segera hilang dari wajahnya dan memalingkan pikirannya ke kertas-kertas ditangannya.

“ Yuka, bukannya kau sedang libur?” tanya Kazuo sambil mengiring YunSeo ke sofa empuk di dekat jendela.

“ Memang, tapi aku diminta mengisi soundtrack disini.. lagipula, aku kaget saat mendengar rekan kerjaku kau. Karena itu aku menerima pekerjaan ini..” celoteh YunSeo seperti biasa.

“ Oh, kuperkenalkan pada si pencipta lagu paling legendaries yang pernah kau kenal! Ayo! Lagu buatannya romantis sekali.. aku sampai tidak yakin bisa menyanyikannya dengan baik dan benar..” ajak Kazuo lalu mengandeng tangan YunSeo ke meja orang kacamata tadi.

Ia sepertinya sedang sibuk memikirkan nada-nada. Ia mengetuk-ngetukkan jarinya pada meja dan tampak sedang sangat berpikir. YunSeo berhenti melangkah.

“ Ada apa?” tanya Kazuo bingung melihat langkah YunSeo yang terhenti.

“ Sepertinya dia sedang tidak ingin diganggu.. nanti saja..” Yun Seo tampak ragu-ragu. Ia merasa tidak akan cocok dengan orang seperti orang itu. Ia terlihat terlalu serius, tidak seperti Kazuo.

“ Tidak apa.. meskipun ia sedang begitu, saat didekati ia akan ramah. Bahkan sangat ramah. Dia musisi favoritku. Ayolah!!” paksa Kazuo. Akhirnya YunSeo hanya menurut.

“ Sensei, ini rekan kerjaku.. dia sudah datang..” Ujar Kazuo ramah. Orang itu menoleh lalu tersenyum hangat. Ia berdiri lalu membungkuk pada YunSeo.

“ Anda pasti Kim Yun Seo-san. Salam kenal saya KEI, mohon bantuan anda selama pekerjaan ini berlangsung..” ujarnya ramah sambil tersenyum hangat. yunSeo balas membungkuk.

“ Salam kenal sensei..” ujar Yun Seo.

“ Ah, ini lirik lagunya.. jika tidak keberatan, Iisawa-san bisa memberitahumu bagaimana nadanya..” ujar KEI menyerahkan lembaran-lembaran berisi lirik lagu dan not-not balok pada YunSeo. Dengan hormat Yun Seo mkenerimanya lalu membungkuk terima kasih.

“ KEI!! Kemari..” panggil seseorang dari ruang rekaman. KEI menoleh lalu mengisyaratkan untuk segera kesana.

“ Maaf, sepertinya ada masalah kecil disana. Iisawa-san bisa kau beritahu bagaimana lagunya? Tolonglah. Aku pergi dulu..” pamitnya dengan segera menuju ke ruang rekaman.

“ Ayo Yukako. Kita ke ruang sebelah sana..” ajak Kazuo mengandeng tangan Yun Seo.

***

I’m here standing beside you

My eyes can’t stop looking at you..

You’re the girl who I’m fall in love..

Hold your hands..

Walking with you..

Hear your voice..

See your smile everyday..

Do You knoe about my love?

I hope you don’t know about anything..

Let you go, to your happiness

I’m sorry if I leave from you..

You will be OK?

You’re the one in this world

The one who can make me laugh everyday..

Standing in beside you

Make everything it’s fine..

I know you always in beside me..

Laugh because of you..

I really miss that moments

Do you know how important are you?

Do you know how my feeling..

If I don’t see you again?

Can’t breath..

Can’t stop lokking at you..

Do you know how hard to speake that word?

A simple word..

But make everything different..

I will say it now..

Don’t go away..

Keep standing in beside me..

Remember me.

I’ll see you soon and say..

I love you

Only you.. who wanna I love..

Only you.. who wanna I love..

Kazuo menghentikan permainan pianonya setelah YunSeo selesai mengatakan lirik lagu bagian terakhir tadi. YunSeo yang duduk disampingnya masih tercengang di hadapan kertas not dari KEI. Kazuo tersenyum melihatnya.

“ Indah bukan..” ujarnya. YunSeo mengangguk pelan.

“ Bagus sekali liriknya.. aku tidak yakin bisa menyanyikannya..” ujar YunSeo setelah selesai dengan kertas-kertas tadi. Ia meletakkannya diatas piano.

“ Hm.. aku terpikir satu cara..” Kazuo tampak berpikir keras dan tersenyum jail pada YunSeo.

“ Kita pasti bisa menyanyikannya..” ujar Kazuo lagi. YunSeo mencibir mengejek Kazuo.

“ Kau sendiri tadi bilang tidak yakin bisa menyanyikan lagu ini denga baik dan benar.. dasar!!”

“ Ya.. memang. Tapi sekarang beda. Aku yakin bisa menyanyikannya sekarang..” ujar Kazuo yakin seyakinnya. YunSeo makin penasaran, dan inilah bagian yang paling disukai Kazuo-membuat Yukako penasaran-.

“ Bagaimana?”

Kazuo tersenyum lembut, menatap lurus mata YunSeo. Mulutnya membuka sedikit untuk berbicara. Suara yang keluar begitu halus hingga YunSeo tidak yakin bahwa itu suara Kazuo.

“ Caranya? Menganggapmu sebagai gadis yang kucintai..”

***

“ Caranya? Menganggapmu sebagai gadis yang kucintai..”

Kei tidak sengaja mendengar pembicaran YunSeo dan Kazuo. Ia hendak memberitahukan bahwa rekaman akan dimulai 20 menit lagi. Mereka diminta untuk bersiap-siap. Sungguh! Ia tidak bermaksud menguping.

Karena Kazuo dan YunSeo tidak menyadari keberadaannya, ia memutuskan untuk menutup pintu kembali. Ia tidak ingin menganggu mereka. Kata-kata Kazuo tadi masih teriang di kepalanya. Sangat menyakitkan hati.

“ Profesional KEI.” Gumamnya sendiri pelan sambil menepuk-nepuk dadanya yang terasa nyeri. Tiba-tiba, pintu terbuka. Kazuo dan YunSeo sama-sama terkejut melihat KEI berada disana. Tepat di depan pintu. Begitu pula dengan KEI.

“ Sensei, ada apa?” tanya Kazuo.

“ Ah, aku baru saja ingin menemui kalian. Untuk memberitahukan kalau rekamannya dimulai 20 menit lagi. Kalian harus bersiap-siap.” Jawab KEI sedikit gugup lalu berjalan menuju seorang kru, tanpa memerdulikan jawaban mereka.

“ Sensei sepertinya aneh..” ujar YunSeo pelan, heran dengan sifat KEI yang berbeda.

“ Mungkin dia sedang sibuk.. Ayo siap-siap!” ajak Kazuo mengandeng tangan YunSeo.

***

Kei duduk termenung di meja kerjanya. Kata-kata Kazuo masih terus berada di kepalanya. Ia sangat ingin berusaha melupakannya tapi susah untuki dilakukan.

TOK..TOK..TOK..

Seseorang dengan kepala setengah botak masuk. Ia mengenakan stelan jas dengan rapid an bersih. Terlihat seperti seorang kolongmerat. Dialah produser dorama tersebut.

“ Hondo-san, kita akan memulai rekamannya. Ayo!” ajaknya.

“ Ah.. iya baik pak..”

***

“ Hey! Apa-apaan mereka?! Seperti sepasang kekasih sungguhan..” seru seorang kru pada kru lainnya di sampingnya. Kei tertegun mendengar komentar barusan. ‘ sepasang kekasih?’ Kei menghela napas lesu. Ia kembali menatap Kazuo dan YunSeo dari luar kaca besar.

Mereka sedang menyanyikan lagu buatannya. Dan memang.. terlihat.. seperti.. sepasang kekasih. Dada Kei kembali nyeri melihat mereka berdua. ‘ Kei! Itu bukan urusanmu!!’ batinnya memfokuskan diri pada pekerjaannya.

Tapi matanya tak bisa menahan untuk melihat YunSeo seorang. Senyum simpul mengambang di mulutnya. Ia rindu sekali dengan sosok YunSeo. Dan mungkin YunSeo tidak tahu dia siapa.

YunSeo tampak sangat menghayati lagu tersebut. Ia menyanyikannya dengan baik. Tidak salah, Kei memilihnya. Dan Kazuo.. sulit mengatakannya tapi,  Kazuo benar-benar menyanyikannya dengan baik pula. Dan mereka tampak serasi.

Hati Kei pedih melihat mereka beradu pandang saat bernyanyi bersama. “ Kei, bukan urusanmu!!” gumanya dalam hati terus menerus.

“ Only you.. who wanna I love..” Kazuo terus memandangi YunSeo disaat-saat bagia akhir. Seakan ia menyanyi untuk YunSeo seorang. Hanya YunSeo saja.  Seakan YunSeolah wanita yang hanya ingin disintainya.

“ Only you.. who wanna I love..” YunSeo juga tak jauh beda dengan Kazuo. Hanya Kazuo yang dipandangnya, seakan semua orang hilang dari muka bumi ini. Setelah musik selesai, semua kru bertepuk tangan. Dengan berat hati, Kei juga ikut bertepuk tangan juga.

“ Ok.. semua istirahat 20 menit. Lalu kembali kesini lagi.. kita lanjutkan rekamannya..” seru Kei bijak dengan microphone. Semua kru langsung mengistirahatkan otak dan pikiran mereka yang capek. Kei juga begitu, mengistirahatkan perasaannya yang naik-turun selama satu jam terakhir.

Kazuo dan YunSeo pun keluar berpapasan dengan Kei. Kei tersenyum terpaksa lalu bertepuk tangan kecil.

“ Luar biasa.. kerja bagus iisawa-san, Laguku terasa sangat hidup sekali..” pujinya pada Kazuo, YunSeo sendiri menghadap managernya. Kazuo tersenyum senang mendengar pujian dari musisi kesukaannya.

“ Tidak sensei.. berterima kasihlah pada YunSeo-san.. permisi..” pamit Kazuo. Kei tertegun kembali, Apa arti dari kata-kata tadi? Karena YunSeo? Apa yang dilakukan gadis itu?

Perasaan Kei makin kacau balau.

***

“ Huuuhhh..” YunSeo menghela napas panjang. Ia sedang berada di luar gedung. Tepatnya duduk santai sambil di terpa angina musim dingin yang dapat menusuk kulit hingga terasa sampai tulang. Dan anehnya, YunSeo sama sekali tidak merasakan hal itu.

Ia sibuk melamunkan kejadia-kejadian yang baru saja terjadi. Kejadian di ruangan itu bersama Kazuo..

**

Flashback

“ Caranya? Menganggapmu sebagai gadis yang kucintai..”

YunSeo tertegun cukup lama lalu menyipitkan matanya. Ia menatap Kazuo dengan tatapa setengah percaya setengah tidak.

“ Baik! Aku juga akan menganggapmu sebagai orang yang kucintai. Puas?” ujar YunSeo mencibir taktik Kazuo yang sukses besar.

Flashback end

**

“ YunSeo-san, disini dingin..” ujar seseorang yang sudah duduk agak jauh disamping YunSeo. Kei duduk dengan memasukan tangannya yang sudah di balut sarung tangan tebal ke dalam jas tebalnya.

“ Sensei..” gumam YunSeo pelan. Ia memandangi Kei yang sepertinya kedinginan. Dari hidung dan mulutnya kaluar kepulan asap putih, badannya juga gemetar hebat. Seperti mirip seseorang. Pikir YunSeo bimbang.

“ Sensei masuk saja..” ujar yunSeo pelan menatap wajah Kei, tidak matanya.

“ Bagaimana denganmu?” tanya Kei dengan nada khawatir menatap lurus kedua bola mata YunSeo. YunSeo sedikit gugup dengan tatapan itu, tapi ada sedikit rasa rindu dengan itu juga.

“ Tidak apa.. aku tahan dingin.. sensei sepertinya sangat kedinginan..” ujar YunSeo pelan. Kei tersenyum simpul walaupun terlihat berat dilakukan. Mengingat dia sudah akan mati beku.

“ Ya.. aku paling tidak suka dingin.. dan musim dingin..” jelasnya. YunSeo tertegun mendengar perkataan tadi. Persis sekali.. kata-kata Kei yang diucapkannya tadi sama persis dengan kata yang diucapkan Keito Hondo padanya saat awal-awal mengenalnya.

“ Sensei.. suka musin panas?” tanya YunSeo spontan. Kei terlihat sedikit terkejut, tapi mengangguk dan menjawab mantap.

“ Ya..”

YunSeo menatap lurus mata Kei. Kali ini menatap matanya tidak membuatnya gugup, tapi merasakan kenyamanan. Ia rindu dengan tatapan itu. Tatapan yang sama dengan tatapan Keito Hondo.

‘ Sial! Aku mulai terhanyut lagi..’ batinYunSeo memalingkan wajahnya dari Kei. Ia beranjak dari duduknya dan melangkah pergi dengan pelan. Tiba-tiba langkahnya terhenti. Otaknya seakan tidak berfungsi. Cuacapun tak terasa dingin baginya.

“ Kerja yang bagus.. Yuka-chan..” ujar Kei tanpa sadar. Ia sedang melamun hinga tak menyadari Yun Seo masih ada disana. Saat Kei kembali sadar ia menatap YunSeo yang berdiri kaku.

“ Ah..maksudku.. YunSeo-san.. maaf..” ujar Kei gugup menatap punggung YunSeo dengan tatapan menyesal. ‘ Baka!!’ umpatnya pada diri sendiri. Perlahan Yuneo menoleh.

“ Arigatou ne.. sensei..” ujarnya sambil tersenyum manis lalu masuk. Kei benar-benar menyesali perbuatannya. Meskipun YunSeo sudah tidak ingat padanya, ia tetap saja menyesal. Ia harusnya melupakan masa lalu itu. Membiarkan YunSeo bahagia. Seperti kata lagunya sendiri.

***

“ YunSeo, kau didalam?” tanya Kazuo dari balik pintu ruang rias. Ia sudah berkali mengetok-tok pintu tapi tidak ada jawaban sama sekali. “ YunSeo?” panggil Kazuo lagi, kali ini makin keras.

Pintu rias terbuka perlahan. YunSeo keluar dengan kepala tertunduk. Ia ingin sekali pulaang ke Korea. Berada disini dan bertemu Kei membuatnya terhanyut akan masa lalunya. Hal yang paling tidak disukai YunSeo.

“ Ayo, rekaman akan dilanjutkan. Kau baik-baik saja YunSeo? Wajahmu pucat..” ujar Kazuo mengukur suhu tubuh YunSeo dengan telapak tangnnya.

“ Tidak.. aku tidak apa-apa.. Ayo!” YunSeo menggeleng lalu tersenyum kecil. Ia menarik Kazuo kembali ke tempat rekaman.

***

“ YunSeo-san, kau baik-baik saja? Suaramu sedikit berbeda..” tanya Kei dengan microphonenya. Ia menatap layar, tak berani menatap YunSeo.

“ Tidak apa-apa sensei..” ujarnya lalu memulai menyanyi dari awal lagi. Pada saat nada tinggi, YunSeo kembali melakukan kesalahan. Kei sama sekali tidak berkomentar, tidak sanggup melihat YunSeo yang sibuk membungkuk mengatakan “ Gomenasai” dengan penuh rasa menyesal.

Setelah 3 jam berlalu, kesalahan YunSeo tidak berkurang sama sekali. Kei bahkan melihat YunSeo makin kehilangan konsentrasinya karena terlalu letih. Suaranya pun mulai tidak terkendali.

“ Aish, kenapa kau YunSeo-yah?” keluh manager YunSeo yang sedang berada di samping Kei.

“ Apa biasanya YunSeo-san begitu?” tanya Kei. Pak manager menggeleng.

“  Tidak.. sepertinya ada yang menganggu pikirannya..” Kei kembali tertegun. Menganggu pikiran? Sial! Dia sudah menganggu pikiran YunSeo dengan memanggilnya dengan pangilan akrab. Tidak!!

“ Ku pikir ini akan berjalan cepat, karena YunSeo sangat bersemangat menerima pekerjaan ini..” pak manager melanjutkan. “ Saat tahu rekannya Kazuo dari snowmate, dia langsung ceria sekali.. huh, ternyata akan selama ini..” jelas Pak Manager panjang lebar. Kei hanya membalas senyum simpul.

“ Semuanya, rekaman kita lanjutka besok! Jam 9 pagi, kembali kesini. Paham?” seru Kei dengan microphonenya. Ia melihat di dinding, sudah pukul 9 malam.

***

“ YunSeo-san..” panggil Kei, lalu berjalan mendekati YunSeo yang hendak keluar menyusul managernya. YunSeo tampak terkejut melihat Kei memanggilnya, tapi berusaha tampak normal. Seperti tidak terjadi apa-apa.

“ Kejadian..tadi. Aku benar-benar minta maaf.. apa itu menganggu pikiranmu?” ujar Kei lembut sambil membungkuk. YunSeo kembali terkejut.

“ Sensei.. tidak apa..” YunSeo tersenyum lembut. Membuat perasaan Kei tampak lebih lega. Berharap senyuman itu pertanda baik.

“ Aku.. hanya rindu seorang teman..” YunSeo kembali tersenyum. Senyum penuh kesedihan. Kata-kata yang membuat Kei kembali tertegun, dan berhenti hidup beberapa detik.

***

Esoknya..

Kesalahan YunSeo sudah bisa diatasi, walaupun masih ada beberapa nada yang membuat suara YunSeo tak terkendali. YunSeo banyak meminta maaf hari ini, para kru bisa memaklumi tentu saja Kei juga. Bahkan ia tidak memikirkan apakah YunSeo minta maaf atau tidak. Yang jelas, ia serasa mayat hidup sekarang.

Perkataan YunSeo membuatnya frustasi sepanjang malam. Benar-benar menjengkelkan.

“ Istirahat!! 30 menit..” seru Kei langsung keluar ruangan. Para kru yang melihatnya langsung menduga ia sedang depresi. YunSeo yang melihatnyapun merasa bersalah. Andai saja ia tidak memikirkan Keito!! Tidak akan begini jadinya.

Perasaan bersalah meyesakkan YunSeo. Dengan segera ia ikut keluar dari gedung untuk menemui Kei.

“ sensei..” panggil YunSeo setengah berteriak. Ia berjalan cepat mencari kemana perginya Kei. Begitu keluar gedung, ia melihat Kei dengan tenangnya duduk di bangku dengan memejamkan mata. Perlahan tapi pasti, YunSeo ikut duduk disampingnya.

“ Sensei..hmmm..” panggil YunSeo pelan agar tidak menganggu waktu istirahat Kei. Kei membuka matanya, lalu menatap YunSeo lembut. Tatapan yang menyiksanya sepanjang malam.

“ Ada apa YunSeo-san?” tanyanya lembut.

“ Aku ingin minta maaf karena tidak bekerja dengan baik..” seru YunSeo menundukan kepalanya. Ia malu sekali meihat Kei. Perasaan bersalahnya sidikit berkurang, tapi tidak mempengaruhi apa-apa.

“ YunSeo-san..”

YunSeo mengangkat kepalanya. Tanpa diduga, Kei tersenyum tulus melihatnya. Seakan tidak ada beban dipikirannya. Tatapan yang menyesakkan dada.

“ Bernyanyilah dengan menganggap Kazuo sebagai orang yang kau cintai..” Kei sangat terpaksa mengatakan itu. Ia ingin menarik kata-katanya kembali tapi akan terlihat aneh.

“ Ya.. aku tahu..” ujar YunSeo cepat dengan nada kecewa.

****

YunSeo dan Kazuo kembali malakukan rekaman. Kali ini, YunSeo bertekad untukmelakukan yang terbaik, sebaik yang ia bisa. Ia juga akan melihat Kazuo sebagai pria yang sangat ia rindukan.

Kei mengawasi gerak-gerik mereka dari luar. Hatinya pedih tapi juga merasa senang, YunSeo sudah sedikit bersemangat. Dari lubuk hatinya, ia berharap YunSeo tidak mengikuti sarannya.

“ Ah, mereka melakukannya lagi..Dasar anak muda..” ujar salah seorang kru membuyarkan lamunan Kei. Ia kembali memandang Kazuo dan YunSeo yang tengah bernyanyi.

Tidak! Tidak! YunSeo mengikuti sarannya. Melihat Kazuo sebagai cintanya agar bisa menghayati lagunya. Cara yang tepat, karena suara YunSeo mengakun merdu, serasa menjadi satu dengan lagunya.

Cara mereka bertatap muka, berbeda dari saat awal. Kali lebih menusuk. Menusuk hati Kei langsung. Bagus sekali kerja mereka! Kei bertepuk tangan dalam hati walaupun perih. Ia senang lagunya bisa serasa hidup seperti ini.

Plok..plok..plok..plok..

Kei bertepuk tangan dengan tersenyum senang saat lagu selesai. . Senyum yang tidak berpura-pura. Ia menatap Kazuo dan YunSeo dengan tatapan bangga. Ia menghampiri mereka untuk mengucapkan selamat.

“ Hebat sekali! Kerja bagus!! Selamat..” ujar Kei senang menjabat tangan Kazuo lalu YunSeo. Kazuo tampak senang dengan pujian itu. Mengingat Kei adalah musisi panutannya. Sedangkan YunSeo cukup kikuk menerima jabatan tangan Kei yang ramah. Dihatinya masih ada yang menganjal tentang Kei.

“ Mungkin lain kali, aku akan minta kalian berdua lagi untuk menyanyikan lagu-laguku berikutnya..” puji Kei lagi.

“ Arigatou sensei.. usahaku tidak sia-sia..” balas Kazuo rendah diri.

“ Tentu saja tidak sia-sia.. kalian benar-benar seperti pasangan sungguhan. Mungkin jika dijadikan music video kalian berdua cocok..” canda Kei lalu tertawa kecil begitu pula dengan Kazuo. Tapi tidak untuk YunSeo. Ia terlihat kaget, Kei mengatakan hal tersebut.

“ Sekali lagi, terima kasih sudah mau bekerja sama dengan kami..” ujar Kei lagi lalu membungkuk. YunSeo dan Kazuo iku membungkuk.

“ Kalian boleh istirahat dan langsung pulang.. istirahatlah di rumah. Jangan sampai suara indah kalian hilang..” ujar Kei bijak lalu melangkah pergi menemui kru bagian editing.

YunSeo menatap kepergian Kei. Selalu muncul bayangan Keito saat memandang Kei. Mereka memang memiliki kemiripan. Tanpa sadar, YunSeo berharap mereka orang yang sama.

“ YunSeo..”

“ YunSeo!! Hey!” panggil Kazuo membuyarkan lamunan YunSeo.

“ Nandarou?” tanyanya terkejut sekilas.

“ Kau mau langsung pulang ke Korea?” tanya Kazuo sambil berjalan menuju ruang riasnya.

“ Mungkin.. aku juga tidak tahu apa mau Iblis Oppa itu..” cibir YunSeo duduk di bangku.

“ Kalau begitu, jangan pulang dulu..” pinta Kazuo mengambilkan YunSeo kopi panas.

“ Entahlah.. aku ingin cepat-cepat pulang ke Korea..” gumam YunSeo pelan. Ia pikir Kazuo tidak mendengarnya, ternyata ia salah.

“ Kenapa? Ini kampong halamanmu.. Kau tidak rindu pergi ke kuil dekat danau dulu?” ujar Kazuo panjang lebar menyebutkan tempat main mereka dulu saat masih menjadi murid trainee La Entertainment.

“ Aku ingin kesana..”

“ Ayo! Kita kesana!!” ajak Kazuo antusias.

“ Memang kau tidak sibuk?” tanya YunSeo meminum kopi panasnya perlahan-lahan. Kazuo tampak berpikir, lalu seseorang memanggilnya.

“ Kazuo-san!! Ayo cepat bersiap-siap. Kita ada acara di Music Japan. Ayo!!” ujar Manager snowmate.

“ ah, baik. Aku ambil barang-barangku dulu.. Yang lain mana?” tanya Kazuo dengan sigap mengambil tasnya.

“ Ada di mobil.. YunSeo-san, lama tidak bertemu. Apa kabar?” sapa Manager snowmate dengan sopan.

“ Baik.. bagaimana dengan anda?”

“ Cukup baik.. kami permisi dulu YunSeo-san.. Sampai jumpa..” pamit Manager snowmate melihat Kazuo sudah selesai berkemas-kemas.

“ Sampai jumpa Yukako!!”

YunSeo duduk seorang diri, masih terus meminum kopinya yang sudah mulain dingin. Ia melihat managernya yang masih sibuk mengurus ini itu. Entah apa yang diusrusnya. YunSeo yang bosan setengah mati akhirnya memutuskan untuk duduk di luar memandangi jalanan yang menjadi putih.

Begitu keluar, ia terkejut sudah ada orang lain yang duduk di sana. Seseorang yang membuat YunSeo terhanyut semakin dalam. KEI.

****

“ Sensei.. sedang apa?” tanya YunSeo pelan lalu duduk disampingnya. Agak jauh dari Kei. Kei menoleh kea rah yunSeo, senyumnya mengembang.

“ Memperhatikan lingkungan, mencari inspirasi, mengistirahatkan pikiran.. kau sendiri?”  jawab Kei penuh misteri. Jawabnnya membuat YunSeo penasaran. Sama seperti yang dilakukan Keito dulu.

“ Aku bosan setengah mati..Kazuo sudah pergi karena ada pekerjaan lain..” jawab YunSeo memainkan kakinya yang terbalut boot biru lucu.

“ Aku bisa menjadi teman penghilang bosanmu. Kalau kau mau..”

YunSeo menatap Kei yang tengah menatapnya pula. Tunggu! Kei tidak memakai kacamatanya?! YunSeo baru sadar akan hal itu sekarang. Dan matanya persis sekali dengan mata Keito. YunSeo mulai terhanyut lagi.

“ Sensei? Mungkin..” balasnya meragukan. Kei tetawa kecil lalu kembali menatap jalanan.

“ Apa aku terlalu tua untuk dipanggil sensei?” gumam Kei pelan, tapi bisa terdengar jelas di telinga YunSeo. Ia menatap Kei dengan tatapan bingung, dan butuh penjelasan.

“ Sepertinya kau benar-benar lupa padaku..” gumamnya lagi. Lubuk hati YunSeo berharap, diakah Keito?! Kei mendekatkan duduknya ke dekat YunSeo. Lalu menatap matanya dengan tajam.

“ YunSeo-san. Tatap aku..” pintanya. YunSeo semakin gugup. Jantungnya berdetak kencang, hingga rasanya akan menembus keluar. Ia mengikuti kata-kata Kei. Ditatapnya mata hitam Kei dengan ragu.

Tidak! Ia terhanyut lagi! Ia rindu tatapan itu. Tatapan yang hangat dan sangat misterius. Tatapan yang sangat disukai YunSeo. Tanpa sadar matanya mulai berair. Ia memalingkan wajahnya.

“ Huhhh..” Kei menghela napas panjang. YunSeo mengangkat alisnya, tapi tetap tidak menatap Kei.

“ Apa aku harus menusukkan pisau ke dadaku agar kau ingat?”

Gerakan YunSeo terhenti, napasnya tertahan. Dengan perlahan, ia menoleh menatap Kei. Susah sekali baginya untuk menahan air matanya yang nyaris jatuh.

“ Keito?” gumamnya.

“ Bukan. Dia temanku. Keito Hondo sudah meninggal..” ujar Kei menatap dalam mata YunSeo. Air mata yunSeo jatuh.. “ siapa kau? Kenapa dengan Keito? Kenapa bisa??” tanya YunSeo menatap tajam mata Kei.

“ Ia meniggal kemarin, karena teman lamanya sama sekali tidak mengenalnya..” jelas Kei dengan tatapan serius. Belum sempat YunSeo mengatakan sesuatu, Kei sudah memotongnya.

“ Tapi, sepertinya ia akan hidup lagi.. karena teman lamanya sudah berhasil mengingat..” ujarnya tersenyum jahil. YunSeo sama sekali tidak mengenggap ini lelucon.

“ Apa maksudmu? Jelaskan padaku?” seru YunSeo, matanya merah. Ia masih berusaha untuk tidak menahan tangis. Tidak disangka, Kei memeluknya. Memeluk YunSeo dengan lembut. Mengusap lembut rambut YunSeo dengan penuh perasaan.

“ Maaf Yuka-chan.. Apa kbr?” ujarnya lembut di telinga YunSeo. Kali ini, YunSeo tidak dapat menahan tangisnya. Ia menangis di pundak Kei.

“ Keito.. keito..keito..” ujarnya berkali-kali memanggil nama Kei. Ia butuh penjelasan sekali lagi dengan tegas.

“ Ya?” jawab Kei tersenyum di balik pelukannya. Perlahan YunSeo melepas pelukan Kei. Ia terus-menerus memuluk pundak Kei dengan keras sambil terisak.

“ Apa-apaan kau?! Pindah tanpa berpamitan! Lalu tiba-tiba muncul membuat orang terkejut?! Apa maumu!!” seru YunSeo memukul pundak Kei. Lama kelamaan pukulannya makin lemah, bahkan sudah tak terasa bagi Kei.

“ Aku ingin Yuka-chan mengingatku..” ujarnya tersenyum menghapus air mata YunSeo yang masih saja menetes. Mendapat perlakuan itu, YunSeo makin tidak bisa memendam perasaannya. Ia rindu sekali dengan pria didepannya. Sangat!! Sangat!!

“  Aku sangat merindukanmu Keito..” ujar YunSeo menunduk malu. Tangannya masih mengepal. Ingin sekali ia memukul wajah Keito hingga babak belur. Kei tersenyum senang mendengar pengakuan itu. Ia mengusap lembut kepala YunSeo.

“ Aku tahu..” jawabnya lembut. YunSeo mengangkat kepalanya, menatap Keito dengan tatapannya seperti biasa.

“ Kutarik kata-kataku tadi!!”

“ Apa?! Tidak bisa!!”

“ Pokoknya kutarik!!”

“ Terserahlah, tapi aku menganggapnya tidak!!” Kei tersenyum jahil YunSeo tertawa kecil melihat senyum itu lagi setelah sekian lama. Mereka berdua terdiam. YunSeo memainkan kakinya lagi.  Sedang Kei sibuk menatap YunSeo. Ia tersenyum senang. Hatinya senang sama sekali.

“ Keito! Aku tidak tahu kau menjadi musisi tenar sekarang..” ujar yunSeo memulai pembicaraan.

“ Aku bukan musisi terkenal.. hanya penulis lagu..” jelas Kei merendah diri.

“ Kata Kazuo kau musisi tenar. Lagu karyamu sangat romantis dan terkesan hidup. Bagaimana caramu membuatnya?” tanya yunSeo antusias dengan tatapan hidup.

“ Entahlah.. YunSeo..” panggil Kei ragu-ragu. YunSeo menatap Kei yang tengah gugup dan ragu-ragu. Tidak seperti Kei yang biasanya.

“ Kau dan Kazuo.. punya hubungan special..?” tanya Kei akhirnya. YunSeo tersenyum senang. “ IYA!” jawabnya mantap, Tidak! Hati Kei serasa ditimpa beribu-ribu ton beton. Ia berharap YunSeo menarik kata-katanya lagi!

“ Saat trainee dulu, kami di gossipkan berpacaran..” tambahnya. Dada Kei semakin mati rasa.

“ Tapi tentu saja tidak! Kami hanya berteman..banyak yang bilang kami cocok, tapi aku sama sekali tidak ada perasaan khusus padanya. Kenapa? Kau cemburu?” jelas YunSeo panjang lebar dengan senyum jahil.

“ uhhuukk I ya. Uhhuukk..” Kei berusaha terbatuk-batuk menyembunyikan jawabannya. Ia menatap YunSeo malu-malu. Tak disangka, YunSeo hanya menatapnya, tersenyum manis.

****

“ Minnaaa.. aku pulang!!” seru YunSeo ceria begitu masuk dorm CheoShi lagi. Pemandangan dorm CS yang tidak akan pernah berubah, Kimmy yang sibuk di dapur bereksperimen dengan bahan makanan yang ada. Jooyoung yang dengan tenang membaca buku-buku miliknya di sofa. HyeSeo pasti sedang belajar di kamarnya. EunCha pastinya sedang sibuk menyisir rambutnya di kamar mereka. Yeon terlihat sedang asyik bermain game di computer, dan Tae Seo membaca majalah disamping JooYoung.

“ Hey!!” seru YunSeo lagi tidak mendapat respon dari salah stu member.

“ Oh, YunSeo sudah pulang? Cepat sekali..” seru Yeon datar tanpa melihat ke YunSeo.

“ aku pulang!!” seru seorang gadis dari belakang. Yumi ternyata baru pulang dari minimarket. Yeon dan taeSeo langsung merebutinya.

“ Yumi-yah.. mana snack titipanku!!” seru TaeSeo.

“ Kau beli es krimnya kan?” sahut Yeon tak mau kalah. Mereka sibuk mengaduk-aduk belanjan Yumi.

‘ biarkan saja mereka..’ batin YunSeo ingin cepat-cepat istirahat. Ia melirik Joo Young. Ia satu-satunya member yang paling banyak tahu tentang musisi, baik di Korea maupun di Jepang dan luar negeri.

“ Oppa..” panggil YunSeo mendekati Joo yang tengah sibuk membaca.

“ hmm..” jawabnya tanpa melihat ke YunSeo.

“ Oppa kenal dengan musisi KEI tidak?” tanya YunSeo hati-hati. Ia menunggu JooYoung bereaksi. Ia menatap YunSeo heran. Mungkin terkejut karena ini pertama kalinya YunSeo berbicara soal musisi.

“ KEI? Dari Jepang itu?!” tanya Joo tidak percaya. YunSeo mengangguk mantap.

“ Apa soundtrack yang kau nyanyikan adalah ciptaannya?” tanya Joo menatap YunSeo tidak percaya. YunSeo mengangguk pelan.

“ Benarkah?!?!?!?!?!!” seru Joo langsung menyuruh YunSeo duduk di sofa. Ia mulai berpidato tentang seorang KEI di matanya.

“ YunSeo-yah! Benarkan yang kau katakana tadi? Aish! Kenapa Oppa tidak mengajakku juga. Kalau boleh aku akan ikut denganmu ke Jepang..” jelas JooYong antusias. Sangat antusias.

“ Dia musisi?”

“ Bukan! Dia penulis!! P E N U L I S!! cerita-cerita fiksi yang dibuatnya benar-benar romantis. Aku punya semua buku karyanya. Kau tidak pernah melihatnya di rak bukuku?! Dasar!! Aku dengar akhir-akhir ini, KEI akan memulai menjadi seorang musisi. Ia sudah menciptakan banyak lagu yang ia tampilkan dibukunya. Kudengar lagu soundtrack dorama terbaru di Jepang adalah karnyanya. Trnyata kau yang menyanyikannya! Dunia ini sempit bukan?!!

Lalu, bagaimana penampilan seorang KEI? Apakah ia rapi? Tampankah? Berapa tingginya? Bilang kalau tingginya melebihi tinggiku!! Lalu, apa kau berbicara dengannya? Apa yang kalian bicarakan..”

YunSeo hanya tersenyum penuh misterius. Ia berdiri lalu berjalan kekamarnya.

“ YunSeo-yah!! Tunggu!!” cegah JooYoung. Yunseo yakin, penyakit cerewet Joo sudah kambuh. Jika dibiarkan ia akan menjelma menjadi Yeon kedua.

“ Oppa, nanti saja kuceritakan. Aku ingin tidur. Capeek..”

YunSeo tersenyum usil kepada JooYoung. Andai dia tahu apa yang terjadi di Jepang, mungkin aku akan dipanggangnya hidup-hidup. Entah apa reaksi JooYoung bila tahu YunSeo adalah teman lama Kei, yang ia kenal sebagai Keito Hondo.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s