LIBRI di LUCA by MIKKEL BIRKEGAARD

   

Penerbit : Serambi
Edisi : Soft Cover
Tgl Penerbitan : 2009-11-19
Bahasa : Indonesia

Halaman : 588
Ukuran : 0x0x0

Sinopsis:

International Bestseller—Terjual 10.000 Eksemplar dalam Tiga Hari

Bayangkan … ada orang yang memiliki kekuatan istimewa untuk memengaruhi pikiran dan perasaan kita saat kita membaca buku. Mereka bukanlah penulis yang bukunya sedang dibaca, melainkan para Lector—anggota perkumpulan rahasia. Mereka bisa menggoda kita dengan cerita mengagumkan, menjadikan dunia yang ada dalam buku terasa begitu nyata. Namun, mereka juga bisa menjerumuskan kita untuk memikirkan apa pun yang mereka inginkan.

Ketika Luca Campelli meninggal secara mendadak di antara buku-buku yang dia cintai, anaknya mewarisi toko buku bekas, Libri di Luca, di Copenhagen. Jon, nama sang anak, tidak pernah benar-benar mengenal ayahnya. Mereka telah berpisah selama dua puluh tahun sejak kematian ibunya yang misterius. Kematian Luca diikuti dengan serangan untuk membakar toko buku itu.

Sementara itu, Jon baru saja mengetahui bahwa toko buku itu menyimpan rahasia yang sangat penting selama bertahun-tahun. Toko itu menjadi tempat pertemuan pencinta buku. Merekalah yang menjaga tradisi kekuatan besar yang diturunkan dari masa perpustakaan besar Alexandria. Sekarang, seseorang berusaha menghancurkan perkumpulan itu.

Sebagai pewaris, Jon menyadari dia harus berjuang menyelamatkan teman-teman barunya itu. Kini dia seakan-akan memiliki identitas baru—siang sebagai pengacara dan malam sebagai penyelidik konspirasi rahasia. Dia ditemani Katherina, anggota perkumpulan yang mengidap dyslexia, dan Muhammad, imigran ahli teknologi informasi yang hidup dari mengikuti berbagai kontes di internet.

buku ini, bagus..bagus..bagus!! Bahasa yang rumit bukan sebuah kendala yang berarti untuk bisa mengerti cerita dari buku ini. Well, ini adalah kali pertamanya aku baca buku tebel (setelah Laskar Pelangi-rekor buku tertebal yang pernah aku baca-) Jalur cerita yang pada awalnya, bikin hoaaaaam, tapi gak bisa berenti baca (waduh, gimana tuh?!). Dan di tengah-tengah, bener-bener bikin melek, dan keep reading! Baca klimaks buku ini bikin jam tidurku berkurang (hehe, so what?!), makin nambah kerjaan mata, karena tiba-tiba melotot kaget, lalu menerjap-nerjap mata- merem (pusing mikirin akhir ceritanya) dan kawan-kawannya.

Buku ini meskipun fiksi, namun sebenarnya nonfiksi (gimana lagi tuh?!). Bukan berarti beneran ada yang para pecinta buku yang bisa mempengaruhi orang dengan membaca keras-keras, atau bahkan membunuh orang hanya dengan bacaan. Namun, kekuatan sebuah buku yang menurutku benar-benar ada.Sebuah buku pasti punya kekuatan sendiri untuk menarik pembacanya ke dalam sebuah cerita.  Buku ini Ajaib, karena bener-bener sukses membuat aku masuk ke dalamnya, dan Mikkel Birkegaard adalah seorang yang jenius dalam hal ini. 

Sebuah buku juga punya kekuatan yang besar untuk membuat orang menilai si penulis buku tersebut. contoh saja, karya jenius Dan Brown, J.K Rowling, C.S Lewis, Stephenie Meyer. Meskipun  secara pribadi, aku gak baca karya mereka (karena tak lain dan tak bukan karena tidak tertarik, huehehehe.. tebel sih. =3=) masyarakat luas khusunya asli sastra dan kawan-kawannya menganggap mereka jenius karena karya mereka. Bukan karena mereka ranking satu di sekolah. (apaan dah?!)

“JUJUR, saya menganggap Andrea Hirata, Jaqueline Wilson, dan Ilana Tan adalah seorang penulis pujaan saya. Mungkin sedikit melenceng dari tren (mengingat karya mereka gak se booming HP, Narnia, dkk)” 

Kembali ke Libri di Luca. haduuh, gak bisa ngomong lagi deh selain kata bagus! Cemerlang! hm, nasehatku buat para pembaca buku: Lebih baik, baca buku yang menarik minat anda karena akan lebih mengasyikan. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s